Bila Hati Rindu Untuk Berpoligami

Ada Apa Dengan Poligami…?

Posted on: 13 Oktober 2011

ta'adudAda apa dengan poligami, setidaknya judul ini yang aku senangin untuk mulai menjelaskan apa yang dimaksud dengan poligami. Poligami adalah dimana Allah membolehkan kepada seorang laki-laki menikah dengan lebih dari satu orang istri, tapi tidak lebih dari empat orang istri. Hal ini sebagaimana Allah Ta’aala berfirman:

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. “ (An Nisa’ : 3)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan dalam tafsirnya tentang ayat ini: “Yaitu nikahilah sesuai dengan kehendakmu dari para wanita yang lain, jika diantara kalian ingin, menikahlah dengan dua istri, jika ingin, menikahlah dengan tiga istri atau jika ingin, menikahlah dengan empat istri” (Tafsir Ibnu Katsir : 2/233)

Adapun dali dari hadits tentang dibolehkannya seorang laki-laki berpoligami diantaranya hadits Ibnu Umar rahiyallahu anhu menyebutkan bahwa Ghailan Ibnu Salamah ats-Tsaqafi rahiyallahu anhu masuk islam dalam keadaan ia memiliki sepuluh istri yang dinikahinya di masa Jahiliyah. Para istrinya juga masuk islam bersamanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun memerintah Ghailan memilih empat dari mereka. (dan menceraikan yang lain -ed)  (HR. at-Tirmidzi no, 1128, dinyatakan shahih dalam shahih sunan at-Tirmidzi).

Dan dalam hadits yang lain, dimana salah seorang sahabat Nabi yang bernama Qais Ibnul Harits rahiyallahu anhu mengatakan:

أَسْلَمْتُ وَعِنْدِي ثَمَانِ نِسْوَةٍ ، فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ , فَقُلْتُ ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ : اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعً

“Aku masuk islam, sedangkan aku mempunyai delapan istri. Lalu aku mendatangi Nabi dan mengatakan kepada beliau tentang hal itu, maka beliau bersabda: “Pilihlah empat diantara mereka.” (HR. Ibnu Majah no 1952, dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani dalam Irwa’: 1885 dan Shahih Abu Dawud no 1939)

Yang perlu diketahui bahwa dibolehkan poligami bukan tanpa syarat, namun poligami dibolehkan bagi laki-laki dengan syarat mampu berlaku adil, adil dalam mabit (pembagian giliran bermalam), nafkah dan tempat tinggal. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. “ (An Nisa’ : 3)

Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya dengan sebuah pertanyaan:

ما هي الشروط التي (إذا توفرت) جاز للرجل أن يتزوج بأكثر من زوجة واحدة؟.

“Apa syarat-syarat yang apabila terpenuhi boleh bagi sesorang untuk menikah lebih dari satu istri?

الحمد لله: الزواج بأكثر من زوجة واحدة أمر مطلوب بشرط : أن يكون الإنسان عنده قدرة مالية ، وقدرة بدنية ، وقدرة على العدل بين الزوجات . فإنَّ تعدُّد الزوجات يحصل به من الخير تحصين فروج النساء اللاتي تزوجهن ، وتوسيع اتصال الناس بعضهم ببعض ، وكثرة الأولاد ، التي أشار النبي صلى الله عليه وسلم إليها في قوله : (تزوجوا الودود الولود ) وغير ذلك من المصالح الكثيرة

“Alhamdulillah; pernikahan lebih dari satu istri adalah perkara yang dituntut dengan syarat: seseorang mampu secara harta, badan dan mampu berbuat adil diantara para istri. maka sesungguhnya pernikahan dengan banyak istri akan menghasilkan kebaikkan menjaga kemaluan para wanita yang dinikahinya, memperluas hubungan persaudaraan diantara manusia sebagian dengan sebagian lainnya, dalam rangka memperbanyak anak sebagaimana yang diisyaratkan dengan sabdanya “menikahlah dengan wanita penyayang dan banyak anak” dan selain dari itu dari kebaikkan yang banyak” (Fatawa Ibnu Utsaimin)

Berikut ini kami bawakan perincian secara sederhana tentang syarat-syarat dibolehkan seorang laki-laki berpoligami, dengan harapan agar kita lebih mengetahuinya secara rinci.

  1. Adil, islam mensyaratkan seseorang boleh berpoligami dengan syarat adil. Yaitu adil dalam hal nafkah, makan, minum, tempat tinggal dan mabit (giliran bermalam) Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. “ (An Nisa’ : 3)

  1. Mampu memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya.

Allah Ta’aala berfirman:

وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“…dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (an-Nisa’:34)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“…Kalian  mempunyai kewajiban untuk menafkahi dan memberi pakaian mereka secara patut” (HR. Muslim no 3009)

  1. Jumlahnya di batasi hanya empat orang wanita saja.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. “ (An Nisa’ : 3)

Setalah kita mengetahui apa itu poligami dan syaratnya, lalu apa hukum seseorang berpoligami. Adapun tentang hukum berpoligami pada masing-masing orang berbeda-beda hukumnya. Ada poligami yang pada diri seseorang Hukumnya wajib, yaitu apabila ada salah seorang yang sudah beristri masih khawatir jika dia tidak menikah lagi (berpoligami) akan menyebabkan dirinya terjerumus dalam perbuatan maksiat maka jika kondisinya seperti ini, wajib bagi dia untuk berpoligami. Ada poligami yang pada diri seseorang hukumnya sunnah (dianjurkan) yaitu apabila ada salah seorang yang telah beristri yang mempunyai harta yang cukup untuk berpoligami, mampu berlaku adil,  dan pada asalnya dirinya tidak khawatir terjatuh dalam perbuatan haram kalau tidak berpoligami dan ada seorang muslimah yang perlu ditolong seperti janda misalnya kemudian dia menikahinya dalam rangka ta’awun terhadap janda tersebut. Ada juga yang pada diri seseorang hukumnya mubah (boleh) yaitu apabila ada salah seorang laki-laki yang telah beristri berkeinginan melakukan poligami dan ia cukup mampu untuk melakukannya. Ada yang pada diri seseorang hukumnya makruh, yaitu apabila ada salah seorang yang telah beristri berkeinginan untuk melakukan poligami sedangkan ia belum memilki kemampuan yang cukup sehingga akan kesulitan dalam berlaku adil dan memberi nafkah. Ada poligami yang dilakukan oleh seseorang yang hukumnya Haram, yaitu apabila ada salah seorang yang telah beristri berpoligami atas dasar niat yang buruk, seperti untuk menyakiti isteri pertama dan tidak menafkahinya, atau ingin mengambil harta wanita yang akan dipoligaminya, atau tujuan-tujuan buruk lainnya.

Abdullah al-Jakarty

9 Tanggapan to "Ada Apa Dengan Poligami…?"

Bismillah,

Ada pertanyaan dari teman, apakah ada hadist mengenai istri yang dipoligami akan mendapatkan jannah?
dan apa keutamaan istri yang mau dipoligami?

Jazaakallahu khairan wa barokallahu fik,

afwan baru balas, adapun seca khusu apakah ada haditsnya ana tidak tahu. tapi banyak keutamaannya diantanya ketundukan terhadap syariat Allah, keutamaan taat sma suaminya dll. wallahu a’lam

Bismillah ada tidak yg siap d poly gami?

adakah resep untuk menghilangkan rindu polygami?

Assalamu’alaykum
Afwan, Ustadz, Ummu sdg sibukkah? Pertanyaan yang ditujukan ke beliau belum ditanggapi.

poligami sapa takut..

Afwan, menanggapi koment “siapa takut?”. Kebanyakan rasa takut datang dr pihak akhwat, khawatir : Suami tidak adil (pemenuhan kebutuhan materi), tidak disetujui ortu/wali krn adat , menjadi perbincangan ‘tdk nyaman didengar’ dr masyarakat sekitar dsb. . Salut buat suami yg dicarikan sendiri oleh isterinya, Ini bagus dibanding suami yg demen cari lwt dunia maya ,kdg sudah keluar dari jalur syari’at. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s