Bila Hati Rindu Untuk Berpoligami

Poligami Tak Semudah Apa Yang Engkau Bayangkan Dan Tak Sesusah Apa Yang Engkau Pikirkan

Posted on: 24 November 2011

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Poligami tak semudah apa yang engkau bayangkan dan tak sesusah apa yang engkau pikirkan, itu sekiranya kalimat yang aku sukai untuk mengawali tulisan sederhana ini bukan dalam rangka menciutkan niat seseorang yang ingin poligami dan bukan juga untuk menganjurkan seseorang untuk poligami dengan tergesa-gesa tanpa ada persiapan, tetapi sekedar ingin mengingatkan bagi orang yang ingin poligami sesuatu hal yang penting untuk diperhatikan agar poligami yang ingin ia lakukan secara sebab bisa berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan menuai kebahagian didunia dan diakhirat. Dan di antara yang perlu ia perhatikan adalah :

1.       Jangan lupa persiapkan ilmu.

Hal ini di antara perkara yang terpenting bagi siapa saja yang ingin poligami, yaitu mempersiapkan ilmu yang terkait dengan tema poligami, baik yang terkait dengan poligami, hikmah dan hukumnya dan sampai yang terkait dengan fikihnya. Hal ini sangatlah penting agar poligaminya sesuai dengan syar’i yang dengan sebab itu kebahagian yang dia ingin dan harapkan dengan poligami Insya Allah akan terwujud.

2.       Luruskan niat

Kebahagiaan adalah dimulai dengan niat dan cara yang baik, maka luruskanlah niat anda ketika ingin poligami. Di antara niat yang baik adalah seperti niat anda ketika menikah untuk yang pertama kalinya yaitu untuk menjaga diri anda dari maksiat, maka hadirkan niat itu untuk pernikahan anda yang kedua, atau supaya lebih bisa menjaga kesucian diri, atau di samping itu untuk ta’awun dengan wanita-wanita yang belum menikah dan dari niat yang baik lainnya. Jangan sampai berniat dengan niat yang jelek seperti hanya karena kesal dengan istri atau apalagi dengan niat mendzalimi istri atau yang lainnya.

3.       Tarbiyah (mendidik) istri pertamamu dengan baik.

Di antara kewajiban yang terbesar seorang suami adalah mendidik istri dan keluarganya dengan baik, ajari mereka perkara – perkara yang penting tentang agama ini atau ajak mereka untuk menghadiri pengajian yang membahas permasalahan  aqidah, fiqih, akhlaq dan yang lainnya. Bagi anda yang ingin poligami berusahalah untuk mengenalkan syariat ini kepada istri pertama anda dengan baik, dari hukumnya, hikmahnya dan yang berkaitan dengannya dan hal ini juga sebagai persiapan untuk anda yang ingin poligami agar berjalan dengan baik. Karena dengan tidak adanya ilmu dari istri pertama, atau bahkan terbaliknya pengetahuan istri pertama tentang syari’at poligami akan mendatangkan masalah pada saat anda ingin poligami atau setelah poligami. Maka penting tarbiyah atau mengenalkan betapa agungnya syari’at poligami, hukum dan hikmahnya terhadap istri pertama. Dan bukan berarti tiap hari tema yang anda bicarakan dengan istri anda selalu tema poligami, tentu saja saja tidak,

4.       Jangan  tunda kalau nanti sudah tua.

Mumpung masih muda, sehat, dan kuat menikahlah, baik untuk yang pertama atau yang kedua, ketiga dan keempat dengan memenuhi syarat dan kewajibannya. Jangan tunda nanti kalau sudah tua yang ketika itu semakin melemah fisik kita, usaha kita dan yang lainnya. Maka dari itu mumpung masih muda menikahlah, baik untuk yang pertama atau untuk yang kedua, tiga atau untuk yang keempat. Dengan sangat indah Rasullullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberi anjuran kepada para pemuda untuk menikah :

يَا مَعشَرَ الشَبَابِ مَن استَطاعَ مِنكُم البَاءَة فَليَتَزَوَّج فَإِنَّه أَغَضُّ لَلبَصَرِ وأَحصَنُ لِلفَرَجِ وَمَن لَم يَستَطِع فَعَلَيهِ بِالصَومِ فَإِنَّه لَهُ وِجَاءٌ

Wahai para pemuda barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah  maka menikahlah dikarenakan  dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan  dan menjaga kemaluan  dan barangsiapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa  hal itu sebagai tameng baginya. (HR. Bukhari dari Ibnu Mas’ud radiyallaahu ‘anhu)

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Sa’id bin Jubair radiyallaahu ‘anhu, Ibnu ‘Abbas bertanya kepadaku : “Apakah engkau sudah menikah?” Aku menjawab : “Belum.” Dia mengatakan: “Menikahlah, karena sebaik-baik ummat ini adalah yang paling banyak istrinya.” (HR. Bukhari dalam Kitab An-Nikah)

5.       Persiapkan fisik dan materi.

Di antara perkara yang perlu dipersiapkan adalah masalah yang terkait dengan fisik dan materi dengan tanpa berlebih-lebihan sehingga menyurutkan niat anda untuk poligami atau meremehkan sehingga berpeluang menjadi masalah kelak ketika anda berpoligami. Saya tidak mengatakan kalau sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri, penghasilan di atas beberapa juta baru boleh poligami, tidak…!! Tetapi persiapkanlah biaya untuk pernikahan, persiapkan juga setelah itu istri kedua mau tinggal di mana nanti, rumah sendiri atau cari kontrakan dan semisalnya. Dan bukan juga dengan meremehkan hal ini yaitu tidak memikirkan sama sekali.

6.       Cari yang baik agama dan akhlaqnya untuk istri yang keduamu.

Menikah dengan istri shalihah adalah sebab mendapatkan kebahagian dalam rumah tanggamu, baik pernikahan yang pertama ataupun pernikahan yang kedua, tiga atau yang keempat. Dengan sangat indah pada banyak kesempatan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang istri yang baik agamanya (shalihah), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

تنكح المرأة لأربع لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها, فاظفر بذات الدّين تربت يداك

“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya dan pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu)

الدُنيَا كُلُّهَا مَتَاعٌ وَخَيرُ مَتَاعِ الدُنيَا المَرأَةُ الصَالِحَةُ

“Dunia ini semuanya adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita  shalihah” (HR.Muslim)

 

7.       Jangan lupa untuk meminta pertimbangan kepada orang yang berilmu (musyawarah)

Jika sesuatunya sudah dimintai saran atau dimusyawarahkan dengan orang berlimu insya Allah hasilnya jauh lebih baik ketimbang ia tidak meminta pertimbangan atau saran kepada orang yang berilmu.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka.” (Qs. Asy-Syura : 38)

Ada sebuah kisah dimana seorang shahabiyah (Fatimah Binti Qais) meminta pertimbangan kepada Rasulullah  shallallahu alaihi wasallam tentang beberapa orang yang hendak meminangya. Maka beliau bersabda: “ Adapun Abu Jahm, ia seorang laki-laki yang tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya (sering memukul -ed), sedangkan Mua’wiyah adalah seorang laki-laki fakir dan tidak memiliki harta. Nikahlah dengan Usamah Bin Zaid.” (HR. Muslim didalam Kitab ath-Thalaq)

8.       Bermuamalah yang baik dan bersikap adillah dengan istri-istrimu.

Kewajiban seorang suami adalah dengan mempergauli istri-istrinya dengan muamalah yang baik, menunaikan hak-hak mereka dan berlaku adil sesama mereka. Tentang hal ini  Allah Ta’ala berfirman :

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan istri-istrimu dengan cara yang ma’ruf (baik).” (An-Nisa’: 19)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya dan saya yang paling baik di antara kalian terhadap istri.” (HR. At- Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dan dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Barangsiapa yang memiliki dua orang istri, lalu ia condong kepada salah seorang dari keduanya, maka ia akan datang pada hari kiamat sedangkan bahunya dalam keadaan miring sebelah.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwail Ghalil : 7/80)

9.       Jangan lupakan doa.

Segala sesuatunya kita sandarkan kepada Allah, kita memohon dan berdoa kepada Allah agar Allah mengaruniakan kepada kita kebahagian dalam pernikahan kita, dalam poligami kita, mengaruniakan istri yang shalihah dan menolong kita untuk dapat menunaikan hak istri-istri kita kelak. Inilah diantara sebab keberhasilan dan sebab bahagianya seseorang dalam rumah tangganya.

Allah Ta’aala berfirman :

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“ Dan apabila hamba – hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”  (Qs. al-Baqarah : 186)

 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“ Dan Rabbmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Qs. al-Mukmin : 60)

16 Tanggapan to "Poligami Tak Semudah Apa Yang Engkau Bayangkan Dan Tak Sesusah Apa Yang Engkau Pikirkan"

“Jangan tunda nanti kalau sudah tua yang ketika itu semakin melemah fisik kita, usaha kita dan yang lainnya. Maka dari itu mumpung masih muda menikahlah, baik untuk yang pertama atau untuk yang kedua, tiga atau untuk yang keempat.” –> menurut saya ini tidak relevan dengan apa yang dicontohkan panutan kita Baginda Nabi MUhammad SAW. Dimana beliau tidak berpoligami selama hidup dengan Khadijah.
Maaf, blog ini terkesan menggampangkan poligami, dan mengajak para lelaki untuk berpoligami ketimbang mengajak laki2 untuk mampu berlaku adil…

maaf apa yang anda katakan keliru karena beberapa alasan:

1. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang memerintahkan dengan lisannya untuk para pemuda untuk menikah, dan bentuk perintahnya umum baik itu untuk 1, 2, 3 atau yang ke 4.
“Wahai para pemuda barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah maka menikahlah dikarenakan dengan menikah dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan dan barangsiapa tidak mampu menikah maka baginya untuk berpuasa hal itu sebagai tameng baginya.“ (HR. Bukhari dari Ibnu Mas’ud radiyallaahu ‘anhu)
disamping itu ada ayat yang memerintahkan untuk menikah dimulai 2,3 dan 4
فَانكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً

“ Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja. “ (Qs. An Nisa’ : 3)

2. banyak sekali manfaat menikah diusia muda, baik manfaat yang berkaitan didunia dan diakhirat baik menikah untuk yang 1,2,3 atau 4. dan agama islam tegak untuk kebaikan ummatnya

3. kenapa disusia muda, karena diusia inilah seseorang masih sangat produktif, kuat fisiknya sehingga secara sebab lebih biasa memenuhui kebutuhan istrinya, baik kebutuhan yang terkait dengan biologis atau yang terkait dengan nafkah, karena ia masih kuat bekerja.

4.Ada sebuah hadits yang menerangkan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam senang kalau ummmatnya banyak, menikah dan poligamilah jalan kearah sana.

5. yang benar tidaklah menggapangkan, tapi menganjurkan poligami bagi yang mampu berbuat adil

6. keliru kalau ada yang mengatakan terhadap blog ini ” tidak lebih mengajak berbuat adil” coba lihat dengan seksama pada artikel ini saja, seseorang akan mendapati kelirunya perkatan orang yang mengatakn ” blog ini terkesan menggampangkan poligami, dan mengajak para lelaki untuk berpoligami ketimbang mengajak laki2 untuk mampu berlaku adil…,” lihat point pertama, saya katakan (jangan lupa persiapakan ilmu) diantara ilmu yang berkaitan dengan polgami adalah perintah untuk bemuamalah dengan baik dan berbuat adil, lihat bukankah saya memerintadkan pada poin pertama untuk berbuat adil ketika saya mengatakan jangan lupa persiapkan ilmunya. lihat lagi pada poin kedua, saya katakan luruskan niat anda, dengan saya katakan seprti ini saya mengigatkan jangan sampai ada seorang suami melakukan poligami dengan niat yang tidak baik sehingga melakukan kedzaliman kapada istrinya dan kedzalaiman adalah lawan dari berbuat adil, lihatlah dengan saya mengatakn luruskan niat saya menyuruh laki-laki yang ingin pologami agar poligaminya sesuai syar’i yaitu berbuat adil sesama istri. dan lihatlah pada poin kedelapan dengan jelas saya mengatakn Bermuamalah yang baik dan bersikap adillah dengan istri-istrimu. insya Allah penjelasannya bisa dipahami wallahu a’lam

AIII…tidak baca dengan seksama…syukron akhy ^^

memang, “polygami ternyata tdk semudah yg dibayangkan”. yang saya maksud dengan kalimat dlm tanda petik itu adalah (berdasar pengalaman pribadi) ternyata mencari wanita yg mau dipolygami itu tdk mudah, ttp justru mencari yg haram lbh mudah kalo berani melanggar agama. maka yg membahayakan adalah orang akan cenderung mencari yg mudah padahal haram.

semoga Allah menjaga kita semua

Assalamu’alaikum wr wb
Mohon maaf kalau ada kesalahan dikarenakan dangkalnya iman dan ilmu saya terhadap agama. Kiranya berkenan menjawab pertanyaan saya sbb :
Manakah yang lebih mulia disaat kita menentukan pilihan pasangan kedua untuk berpoligami.
1. Wanita yang yang beragama dan berakhlak baik karena dari awal sudah mendapatkan pendidikan dan pengetahuan yang cukup.
2. Wanita Pendosa yang sejak awal hidupnya mengalami cobaan berat dan kurang mendapat kesempatan mendapat pendidikan dan pengetahuan yang cukup. Namun berkeinginan untuk mendapat kebahagiaan dan bimbingan di jalan yang Allah ridhoi.
Demikian terima kasih bila sudi memberikan pertimbangan atas pertanyaan saya.
Wassalamu’alaikum wr wb

Assalamu’alaikum wr wb
Mohon maaf kalau ada kesalahan dikarenakan dangkalnya iman dan ilmu saya terhadap agama. Kiranya berkenan menjawab pertanyaan saya sbb :
Manakah yang lebih mulia disaat kita menentukan pilihan pasangan kedua untuk berpoligami.
1. Wanita yang yang beragama dan berakhlak baik karena dari awal sudah mendapatkan pendidikan dan pengetahuan yang cukup.
2. Wanita Pendosa yang sejak awal hidupnya mengalami cobaan berat dan kurang mendapat kesempatan mendapat pendidikan dan pengetahuan yang cukup. Namun berkeinginan untuk mendapat kebahagiaan dan bimbingan di jalan yang Allah ridhoi.
Demikian terima kasih bila sudi memberikan pertimbangan atas pertanyaan saya.
Wassalamu’alaikum wr wb

wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. wanita shalihah seperti yang anda gambarkan pada wanita pertama adalah wanita yang terbaik. wanita yang bertaubat kepada Allah dengan taubatan yang nasuha lalu menjadi wanita yang baik, maka ia anita yang shalihah. nasehat saya jika anda ingn menikah pilih wanita yang pertama. wallahu a’lam.

pertanyaan buat persiapan yang mau poligami :
seorang suami punya dua istri, dan ternyata sang suami tidak adil kepada salah satu istrinya, maka siapa yang paling dirugikan?

istri yang tidak diperlakukan adil menanggung kerugian dunia seperti sedih dan sakit hati tapi itu semua justru menjadi tabungan kebaikannya diakhirat jika dia bersabar karna pasti Allah Ta’ala akan Mengganti kesabarannya, tapi jika suami tidak mampu berlaku adil maka dia masuk kedalam ancamannya Rasulullah shalallahu alayhi wasalam diatas:
“Barangsiapa yang memiliki dua orang istri, lalu ia condong kepada salah seorang dari keduanya, maka ia akan datang pada hari kiamat SEDANGKAN BAHUNYA DALAM KEADAAN MIRING SEBELAH” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwail Ghalil : 7/80) (dengan jawaban ini maka anda baik pria maupun wanita sudah)

KERUGIAN MANA LAGI YANG LEBIH BESAR DARI KEADAAN SEORANG YANG DATANG PADA HARI KIAMAT SEDANGKAN BAHUNYA DALAM KEADAAN MIRING SEBELAH????
baarakallahu fiik

afwn ana ditanya sm suami gmn kl dia menikah lg. ana ktkan kl ana setuju.. bbrp thn brjlan qadarullah ana dpti sms dgn wnt asing yg obrolannya ga biasa.. trs ana ktkan apkah antum btl mau mnikah dgn wnt ini. dia bilang tdk. itu cm main2.. lantas ana marah knp antum bbuat spt itu? antum tdk tkut dgn fitnah wnt? dia blng ktnya mau dipoliami masa ngobrol bgt aja sdh marah.. emang kt2 ana salah?? emang kl kt setuju poligami apakah mbolehkan hbungan dgn saling br-sms2 gitu?? mnurutku itu tdk bleh.. gmn mnurut ustadz??

apa yang dilakukan dan jawaban suami saudari jelas salah. namun cara menasehati suami yang mungkin bisa diperbaiki.

Assalamualaikum wr. wb.
Pak ustadz, saya ingin bertanya… apa yang harus saya lakukan, apabila istri saya menyuruh saya menikahi seorang wanita pilihannya… istri saya bilang, demi Allah dan rosulNya dia yakin …

terimakasih banyak sebelumnya atas jawaban pak ustadz

wassalam …

wa’laikumussalam maaf pak, baru sempat balas
1. tidak boleh seseorang bersumpah dengan nama selain Allah walaupun dengan digandengkan dengan nama Allah karena hal ini merupakan bentuk kesyirikkan dalam ucapan. seperti mengatakan demi Allah dan…
2. Kalau seperti itu dilihat kesiapan bapak
3. Cari tahu lebih lanjut tentang wanita yang direkomendasi oleh istri bapak
4. kalau bapak siap dan ternyata wanita yang direkomendasi istri adalah wanita yang shalaihah, Bismillah maju untuk menikahinya.
wallahu a’lam

itu yg saya masih ragu … apakah saya sudah benar2 siap …
untuk saat ini saya hanya pasrah pada kehendak Allah SWT dengan berdoa …
saya jelaskan ke istri, kalau memang kehendakNya , pasti terjadi,
apakah pasrah yg seperti ini dibenarkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s