Bila Hati Rindu Untuk Berpoligami

Fatwa Asy-Syaikh Al-Allamah Ubaid Al-Jabiri Hafidzahullah tentang pertanyaan poligami

Posted on: 11 Juli 2012

Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Ali radhiyallahu ‘anhu untuk menikahi wanita lain setelah anaknya beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam (Fatimah, Pent)…?

Pertanyaan  Kedua

Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Ali radhiyallahu ‘anhu untuk menikahi  wanita lain setelah anaknya beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam (Fatimah, Pent). Apakah ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya dia (Fatimah) adalah bagian dariku,” ini merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?

Jawab

Jawaban atas pertanyaan ini mengandung tiga sisi :

Sisi pertama :

Bahwa Fatimah Radhiyallahu ‘anha adalah pemimpin wanita seluruh alam, berdasarkan nash Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berdasarkan ijma’ para ulama yang ucapannya diakui. Maka seorang wanita yang demikian kedudukkannya sepantasnya untuk tidak dimadu, dan suaminya tidak menikahi yang lainnya tatkala dia masih hidup karena kedudukkan ini yaitu sebagai seorang pemimpin wanita seluruh alam

Sisi kedua :

Bahwa ini termasuk kekhususan beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam dan bila kita berkata bahwa ini termasuk kekhususan Fatimah Radhiyallahu ‘anha maka tidak jauh (dari kebenaran). Karena Fatimah Radhiyallahu ‘anha adalah anak Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Inilah yang beliau isyaratkan dengan sabdanya: “Sesunggauhnya dia (Fatimah) adalah bagian dariku” yaitu : salah satu bagian dari diriku, sedangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam wajib dijaga dari kemudharatan meskipun sebagian mudharat  tersebut  pada selain beliau karena Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam memiliki kekhususan yang diharamkan kepada yang lainnya dari ummatnya. Maka menghormati Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam di atas penghormatan yang lain dan mencintai beliau Shallahu ‘alaihi wasallam di atas setiap kecintaan.

Sisi ketiga

Bahwa Ali menikahi wanita lain setelah dia (Fatimah) wafat sedangkan para shahabat yang lain mereka berpoligami di masa hidup Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam dan setelah wafatnya. Demikian pula tabi’in, mereka berpoligami di masa hidup para shahabat Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam dan kaum muslimin diatas amalan ini hingga hari ini. (30 Soal Jawab Seputar Poligami, Judul Asli : At Taqrir Al Mu’akkad bil Ijabah ‘alaa Tsalatsin fi At Ta’ddud. Syaikh Ubaid Al-Jabiri, Penerjemah Ustadz Askari, Hal :33)

2 Tanggapan to "Fatwa Asy-Syaikh Al-Allamah Ubaid Al-Jabiri Hafidzahullah tentang pertanyaan poligami"

bagaimana hukum orang yg memiliki istri 2 tinggal dalam 1 rumah akan tetapi beda kamar? hukumnya gimana

alangkah lebih baiknya bedarumah. namun jika sang isri ridha idak mengapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s