Bila Hati Rindu Untuk Berpoligami

Insya Allah pada kesempatan ini kita akan menjelaskan secara sederhana tentang larangan-larangan dalam poligami, dengan harapan semoga bermanfaat untuk pribadi dan kaum muslimin.

Pertama: Mengumpulkan dua orang wanita yang bersaudara (kakak beradik)

Tentang hal ini Allah Subhaanahu wata’aala berfirman:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ ….. وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأُخْتَيْنِ

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan,……. dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara” (an-Nisa’:23) Baca entri selengkapnya »

Al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyyah

ta'adudUmumnya orang menganggap poligami adalah aturan yang mendzalimi kaum wanita, karena wanita yang suaminya melakukan poligami -bahasa umumnya dimadu– harus rela diduakan dan berbagi dengan wanita lain; satu, dua, sampai tiga orang.

Namun menilai aturan syariat tidaklah dengan mengedepankan perasaan dan akal kita. Berapa banyak aturan Allah subhaanahu wata’ala dan Rasul-Nya yang tidak boleh dinilai dengan perasaan manusia yang rendahan, karena Dia tidaklah menetapkan kecuali dengan keadilan dan hikmah-Nya yang agung. Sebagai contoh, hukum qishash bagi yang membunuh. Artinya, bunuh dibalas bunuh apabila  keluarga yang terbunuh tidak memaafkan si pembunuh atau merelakan diganti dengan diyat. Orang yang sok perasaan menganggap hukum tersebut kejam karena yang dipikirkannya hanya nasib si pembunuh yang menjalani qishash, bagaimana nasib keluarganya, dan sebagainya, tanpa memikirkan si terbunuh yang juga memiliki keluarga, bagaimana nasib mereka sepeninggalnya. Padahal dalam hukum qishash ada kebaikan yang besar, sebagaimana Allah subhaanahu wata’aala berfirman:

 وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُوْلِي الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dalam qishash itu ada kehidupan bagi kalian…” (QS. Al Baqarah : 179) Baca entri selengkapnya »

Beberapa banyak ikhwan (laki-laki) atau akhwat (perempuan) yang sudah ingin menikah. Namun diantara mereka atau banyak diantara mereka yang mengalami berbagai halangan untuk segera menikah. Diantaranya ada yang tidak punya dana untuk menikah, ada juga yang tidak tahu kepada siapa dia minta tolong untuk dicarikan ikhwan/akhwat yang siap nikah, ada juga yang orang tuanya tidak setuju atau hambatan yang lainnya. Sedangkan diantara mereka ada yang sudah mencapai taraf wajib untuk menikah. Sudah seyogyanya bagi kita untuk membantu saudara kita semampunya, apalagi yang akan kita bantu adalah sebuah perkara yang agung yaitu menikah. Bukankah Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :

وَتَعَاوَنُواعَلَىالْبِرِّوَالتَّقْوَى

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan.” (Qs. al-Maidah : 2)

Wahai saudaraku lihatlah bagaimana “keluhan-keluhan” seseorang yang ingin menikah. Diantaranya saya bawakan sebagian keluhan ikhwan atau akhwat yang ingin menikah. Yang mereka ingin menjaga agama mereka khawatir terjatuh kepada perbuatan maksiat.

Kita awali dengan seorang pemuda yang sudah mempunyai kerjaan dan ingin menikah Baca entri selengkapnya »

Pertama : Tergesa-gesa untuk poligami tanpa mempersiapakan sesuatunya

Dia pikir poligami semudah membalikkan telapak tangan, hanya modal semangat dia langkahkan kakinya untuk berpoligami tanpa mempersiapkan segala sesuatunya. Bayangan dan harapan indah yang dia inginkan namun realita yang dia dapatkan karena dia tidak menyiapkannya dengan baik menyelisihi apa yang ia harapkan. Dia pikir gampang nanti istri kedua disatukan saja dengan istri pertama tempat tinggalnya tidak perlu pusing nyari tempat tinggal tanpa dia memikirkan dan mempersiapkan akan masalah-masalah yang timbul dari situ. Dia pikir nggak perlu izin dengan istri pertama, memang bukan syarat bolehnya suami poligami harus izin paling nanti istri pertama nangis sebentar ketika tahu suaminya menikah lagi  nanti juga diam, tanpa berpikir baginya untuk mendidiknya terlebih dahulu sehingga istri pertama dapat menerima dan memahami syariat ini dengan baik, dia pikir kehidupan seorang suami yang memiliki istri lebih dari satu sama halnya dengan kehidupan seorang suami yang memiliki satu istri, tanpa berpikir dirinya untuk mempersiapkan ilmu yang terkait dengan poligami. Dan seterusnya sehingga menjadi sebab karena ia tidak mempersiapkannya dengan baik membuat banyak masalah dalam rumah tangganya setelah ia menikah lagi. Dan tak sedikit rumah tangganya yang hancur berantakkan akibat tergesa-gesa untuk berpoligami tanpa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik ketika dia poligami. Baca entri selengkapnya »

Pertanyaan :

Ustadz yang saya hormati. Saya seorang istri yang sedang mengalami permasalahan rumah tangga. Ustadz, saya merasa suami tidak adil terhadap saya. Semenjak menikah suami menginginkan saya untuk terus melahirkan anak untuknya. Ketika saya meminta suami menjaga jarak kelahiran, agar lebih bisamengurus anak dan melayani suami, suami tidak mau. Padahal suami sibuk di luar sehingga praktis saya yang mengurusi semuanya. Sekarang setelah anak saya banyak dan masih kecil, suami saya menikah lagi. Saya seperti kehilangan pegangan hidup. Saya paham poligami dibolehkan dalam Islam. Hanya saja kesedihan yang sangat, membuat saya tidak bisa berfikir jernih, saya mohon nasihat dari ustadz agar say tidak tergelincir dosa. Terima kasih atas jawabannya.

Di jawab oleh Al-Ustadz Qamar Suaidi Lc : Baca entri selengkapnya »

Pertanyaan

Seorang wanita merasa dimudharatkan (didzalimi,pent)

pada saat suaminya menikah lagi.

Apakah suami tersebut berdosa jika melakukan hal itu ?

Jawab : Baca entri selengkapnya »

Sungguh sangat disayangkan pada bulan yang mempunyai banyak keutamaan ini sebagian orang-orang yang berpuasa di bulan ini melakukan berbagai kesalahan. Dan sebagian kesalahan lebih besar dari kesalahan yang lainnya, diantara kesalahan itu adalah :

1. Menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadhan Baca entri selengkapnya »

QYang penting suami saya tidak menikah lagi kata seorang ummahat tak tahu betapa khawatirnya sebagian istri kalau suaminya menikah lagi dengan wanita yang lain bahkan sebagian dari mereka melakukan tindakan-tindakan yang buruk kepada suami mereka. mungkin dibawah ini ada sedikit nasehat bagi seorang istri yang selalu mengkhawatiri kalau-kalau suaminya menikah lagi. Baca entri selengkapnya »

Sungguh sangat disayangkan sebagain suami ketika ingin menikah lagi (poligami) kurang adanya persiapan atau tergesa-gesa dan bahkan menempuh jalan yang tidak syar’i. Sehingga harapan indah yang terbayang ketika nanti menikah lagi (poligami) tidak sesuai dengan realita yang ia alami. Tujuan dia berpoligami tidak sesuai dengan harapan, rumah tangganya jadi banyak masalah dan bahkan hancur berantakkan. Tak sedikit ummahat (para istri) yang merasa dikhianati oleh suaminya lantaran suaminya seperti pacaran ketika mencari istri kedua.

Baca entri selengkapnya »

Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Ali radhiyallahu ‘anhu untuk menikahi wanita lain setelah anaknya beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam (Fatimah, Pent)…?

Pertanyaan  Kedua

Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Ali radhiyallahu ‘anhu untuk menikahi  wanita lain setelah anaknya beliau  shallallahu ‘alaihi wasallam (Fatimah, Pent). Apakah ucapan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “Sesungguhnya dia (Fatimah) adalah bagian dariku,” ini merupakan kekhususan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?

Jawab Baca entri selengkapnya »

Kalender Hijriah

Jumlah Pengunjung

  • 136.376 Pengunjung

Pengunjung